Merdeka.com - Manusia mungkin bisa belajar banyak dari alam. Di saat manusia kerap bersaing dengan sesamanya, beberapa hewan justru bisa membuat ruang dalam hati mereka bahkan untuk musuh alaminya.
Sebuah potongan video dari film dokumenter National Geographic pada 2006 berjudul 'Mata Macan Tutul' menangkap momen luar biasa saat naluri keibuan dari seekor macan tutul melebihi sifat alaminya sebagai pemangsa, seperti dilansir situs the Huffington Post, Rabu (4/12).
Seekor anak macan tutul berumur dua tahun bernama Legadema saat itu ingin membuat pembunuhan pertamanya terhadap seekor babon. Tetapi ketika Lagadema berhasil membunuh babon itu dan membawanya ke atas pohon, tiba-tiba seekor bayi muncul dari balik bulu binatang telah mati itu.
Pemandangan tidak biasa kemudian terjadi, di mana Legadema malah mengabaikan makanan hasil buruannya dan dengan lembut membawa bayi itu ke atas pohon lantaran terjatuh. Dia mulai merawat bayi baru lahir itu.
"Beberapa kali bayi babon itu terjatuh dari pohon," kata pembuat film, Dereck Joubert, seperti dikutip surat kabar the Daily Mail. "Lagadema juga harus beberapa kali menuruni pohon untuk menjemput bayi babon yang terjatuh itu sebelum hyena mengambilnya."
"Dia kemudian membawa kembali bayi babon itu ke tempat aman. Bayi babon itu terlihat jelas menganggap Legadema sebagai ibu penggantinya. Selama beberapa jam, mereka duduk di pohon," ucap Dereck.
Sayangnya, tanpa makanan dan minuman dari induknya, bayi babon itu tidak selamat melewati malam yang dingin. Tapi perlindungan yang diperlihatkan Legadema menunjukkan bagaimana naluri seorang ibu mampu mengalahkan rasa lapar yang dirasakannya.
Mau lihat bagaimana macan tutul itu merawat bayi babon, lihat videonya di bawah ini:
[fas]