Liputan6.com, Ningguo : Para pejabat China sedang tebar pesona. Membangun citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, di tengah banyaknya kasus korupsi dan skandal memalukan yang terkuak ke publik.
Mungkin dengan tujuan itu juga pihak Pemerintah Ningguo di China Timur merilis foto 4 politikus `turun ke bawah', termasuk Wakil Walikota Wang Jun, menyambangi rumah seorang nenek sepuh berusia 103 tahun, dilengkapi keterangan gambar: "Cinta dan pengertian pada orang tua adalah tradisi China yang dihargai. Mereka juga harus merasakan kehangatan partai dan pemerintah."
Namun, aksi publisitas media demi mendongkrak cita itu justru jadi bumerang. Gara-gara foto yang ditampilkan. Saking amatirnya hasil editan photoshop, bisa bikin orang tepok jidat. Heran!
Foto tersebut juga dihina ramai-ramai oleh para komentator dunia maya.
Bagaimana tidak, dalam gambar, empat pria menyeringai di atas perempuan 103 tahun, Cheng Yanchun -- yang tampil dalam proporsi yang sama sekali tak seimbang. Sang nenek jadi mirip boneka mengerikan. Sementara, badan seorang politikus melayang mirip hantu. Bagian torso ke bawah hilang.
Gambar tersebut sama sekali tak membuat para pengguna situs mikroblog mirip Twitter, Weibo, terkesan.
"Staf propaganda yang tak punya otak itu mungkin dipecat bersama dengan para pejabat dalam foto," kata salah satu pengguna, seperti dimuat Daily Mail, Kamis (31/10/2013).
"Foto ini nyatanya menunjukkan jarak menganga antara para pemimpin dan rakyatnya di mata rata-rata pegawai pemerintahan. Menyedihkan," kata pengguna lainnya.
Bahkan kantor berita milik pemerintah ikut memberitakannya. "Pejabat itu terlihat seperti melayang di udara. Ditambah lagi proporsi wanita tidak cocok dengan para pejabat. Bukti bahwa foto itu direkayasa," demikian diberitakan Xinhua.
Sementara, para pejabat setempat kepada The Hong Kong Standard mengaku, mereka memang mengunjungi orang-orang tua selama festival China. Namun, pegawai mereka secara sembrono menggabungkan 2 foto dalam 1 frame. Dengan alasan, karena tata letak ruangan, fotografer tak bisa mengabadikan semua pejabat dan nenek Cheng dalam 1 jepretan
Nenek Cheng duduk di sebuah kursi di balkon, di bawah sinar matahari. Balkon tersebut sangat sempit sehingga lensa kamera tidak bisa mengabadikan semua orang di sana... Saat pegawai pemerintahan setempat menggunggah foto ke situs resmi, itu adalah gabungan 2 foto berbeda," demikian penjelasan Pemerintah Ningguo.
"Kami menyatakan penyesalan mendalam bagi pengguna internet untuk pengaruh negatif yang diakibatkan foto tersebut... Kami akan belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan kualitas kerja," jelas pihak pemerintah.
Bukan kali pertamanya foto rekayasa bikin geger. Tahun lalu, dipublikasikan gambar 3 pejabat yang berdiri di atas ruas jalan baru yang mulus. Tapi, mereka tampak melayang, tidak menjejak tanah. (Ein)